Tuesday, May 27, 2014

Gelas kopi dalam batik Belitung Timur

Gelas kopi dalam batik Belitung TimurGantong, Belitung Timur (ANTARA News) - Kain-kain batik membentang membentuk tirai warna-warni di anjungan yang berada di sebelah kediaman ibunda  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, di Gantong, Belitung TimurBeberapa ibu PKK di tempat itu sedang membuat batik khas Belitung. Termasuk di antaranya, dr.Linda Julistiani, istri Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama  Basuri adalah adik kandung Basuki.
"Ibu-ibu PKK dari tujuh kecamatan Belitung Timur dikumpulkan untuk membuat batik," kata Linda.
Gelas kopi yang asapnya mengepul menjadi salah satu motif buatan khas Belitung Timur.
"Manggar kan disebut kota 1001 warung kopi, jadi dibuat gambar gelas kopi," kata Erik, pengajar sekaligus pendesain batik Belitung.
Selain Erik, Linda juga menyumbang desain binatang laut karena Belitung terkenal dengan hasil lautnya. Dia juga menambahkan gambar beberapa lengkungan setengah lingkaran sebagai lambang pelangi.
"Bapak (Basuri) minta ada sejuta pelangi, jadi saya gambar ini," kata perempuan yang tinggal di daerah tempat syuting film Laskar Pelangi.
Tidak hanya itu, motif yang digadang-gadangkan Belitung sebagai khas pulau itu adalah katis rambai (daun pepaya yang buahnya kecil menjuntai), kupu-kupu di daun simpor, dan ikan air tawar Cempedik yang disebut hanya ada di Belitung.
Kesenian membatik di pulau yang terkenal dengan kekayaan timahnya itu baru berjalan empat bulan.
"Masih seumur jagung ya, tapi kita usahakan biar cepat proses dan pemasarannya."
Batik yang dilukis dan dicap di kain katun, semi sutra, dan serat nanas itu memang belum dipasarkan meluas, baru di Belitung saja.
Pasar mancanegara dijangkau dengan menjual kepada para wisatawan asing yang berkunjung ke sana. Ajang Sail Morotai di mana para peserta dari berbagai negara seperti Inggris dan Australia singgah menjadi kesempatan bagi Belitung untuk memperkenalkan batiknya.
Para ibu PKK bahu membahu menyelesaikan satu demi satu batik, baik cap maupun tulis, sebagai cenderamata untuk para wisatawan itu.
Belitung Timur tidak hanya berambisi untuk mengembangkan batik, kata Linda, tenun pun sudah ada dalam daftar rencana.
"Mau ngadain tenun juga, cuma untuk sementara karena batik belum pernah sama sekali, jadi cari yang mudah," kata ipar Ahok itu.
 

 

Batik Bangka Motif Cual

Motif-motif yang unik nan indah tersebut menjadi inspirasi untuk dikembangkan pada kain batik khas Bangka atau biasa disebut Batik Cual. Saat ini produksi Batik Bangka masih terbatas dan belum terkenal seperti batik dari daerah lain. Namun Batik Bangka akan mampu bersaing karena memiliki kekhasan sendiri dengan aneka ragam motif khas Melayu.
Batik Bangka Motif Cual.

Batik Cual mempunyai keunikannya tersendiri, motifnya hanya ada dua yaitu flora dan fauna. Sesuai dengan nama motif-motifnya seperti kembang gajah, burung hong, bebek-bebekan, naga bertarung, corak kepiting, udang dan cumi-cumi dan masih banyak corak lainnya. Setiap motif Batik Bangka mempunyai filosofi tersendiri, misalnya motif bunga yang mencerminkan kesucian, keanggunan rezeki dan segala kebaikan, contoh lain adalah motif bebek yang mencerminkan persatuan dan kesatuan.
Batik Bangka Motif Cual

Di Kabupaten Belitung Timur juga terdapat Batik Bangka dengan motif yang unik yaitu Gelas Kopi. Gelas kopi yang asapnya mengepul menjadi salah satu motif buatan khas Belitung Timur. Batik ini sebagai simbol kecamatan Manggar yang dijuluki Kota 1001 Warung Kopi. Selain itu juga terdapat Batik Bangka dengan motif katis rambai (daun pepaya yang buahnya kecil menjuntai), kupu-kupu di daun simpor, dan ikan air tawar Cempedik yang disebut hanya ada di Belitung.
Batik Bangka Motif Gelas Kopi

Menggunakan batik dalam berbagai cara untuk berbagai kegiatan sebenarnya menjadi salah satu wujud rasa kebanggaan dan kecintaan pada batik. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menghimbau kepada seluruh pegawai agar menggunakan Batik Cual setiap hari Jum’at sebagai upaya pelestarian dan mempromosikan kain bermotifkan tradisional tersebut. Setiap kabupaten kota punya warna dan motifnya sendiri. Contohnya saja, PNS Belitung Timur memakai batik warna merah motif bebek-bebekan, kalau PNS Bangka Barat itu motifnya burung Hong, sedangkan Bangka Selatan memakai batik kain cual motif lada.




Upaya Pemerintah yang lain untuk mempopulerkan kain batik motif cual yaitu melalui lomba cipta dan peragaan busana. Selain itu pameran produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal dengan melibatkan seluruh pelaku usaha batik di daerah itu.
Jika anda berkunjung ke Bangka Belitung, sempatkanlah mampir ke tempat pengrajin Kain Cual dan kain Batik Bangka yang terletak di Jl. Jendral A. Yani no 46, Pangkalpinang.
Showroom Batik Bangka

Batik Bangka Belitung

Bangka Belitung, Provinsi yang baru diresmikan tahun 2000 ini selain mempunyai keindahan alamnya yang khas juga mempunyai kain tradisional yang indah pula dengan kisah tersendiri. Kain tradisional yang terkenal dari Bangka Belitung adalah Kain Cual Bangka. Kain Cual Bangka merupakan kain tenun yang memiliki motif yang cantik, unik, dan khas. Motif kain cual merupakan motif asli Bangka Barat peninggalan leluhur yang selama ini belum begitu populer karena produksinya sangat minim.
Kain Cual Bangka ini sama halnya dengan kain tenun khas Palembang yaitu songket. Namun, Tenun Cual memiliki warna khas Melayu yang lebih cerah dan memiliki lengkungan serta selalu dengan motif flora dan fauna. Ada sembilan motif cual yang telah resmi dipatenkan oleh pemerintah yakni Kembang Kenanga, Bebek dan Kembang Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, Kembang Setangkai dan Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem dan Kembang Setaman. Masih banyak juga motif yang lainnya dan masing-masing memiliki keunikan serta ciri tersendiri.
Kain Cual Bangka

Kain cual ini aslinya adalah kain tenun songket, namun agar bisa dipakai sehari-hari oleh masyarakat Bangka sehingga dimodifikasinya menjadi kain batik. Kain cual pertama diciptakan berupa tenun, namun pada perkembangannya diproduksi dengan cara dibatik karena lebih mudah pengerjaannya dan bisa dilakukan
 http://icity.indosat.com/t5/image/serverpage/image-id/15379i9D3E6591F850C932/image-size/large?v=mpbl-1&px=-1
BATIK CUAL BANGKA BELITUNG , 
Riski Wulandari DUTA IM3 BABEL #
DUTAIM3CINTABATIK 
#ILOVEBATIK


Riski mau kenalkan Batik khas dari daerah BABEL NIIHH :smileyhappy: Bangka Belitung, Provinsi yang baru diresmikan tahun 2000 ini selain mempunyai keindahan alamnya yang khas juga mempunyai kain tradisional yang indah pula dengan kisah tersendiri. Kain tradisional yang terkenal dari Bangka Belitung adalah Kain Cual Bangka.
Kain Cual Bangka merupakan kain tenun yang memiliki motif yang cantik, unik, dan khas. Motif kain cual merupakan motif asli Bangka Barat peninggalan leluhur yang selama ini belum begitu populer karena produksinya sangat minim.
Kain Cual Bangka ini sama halnya dengan kain tenun khas Palembang yaitu songket. Namun, Tenun Cual memiliki warna khas Melayu yang lebih cerah dan memiliki lengkungan serta selalu dengan motif flora dan fauna. Ada sembilan motif cual yang telah resmi dipatenkan oleh pemerintah yakni Kembang Kenanga, Bebek dan Kembang Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, Kembang Setangkai dan Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem dan Kembang Setaman. Masih banyak juga motif yang lainnya dan masing-masing memiliki keunikan serta ciri tersendiri.

Guys! perlu kalian ketahui nih ---> Batik Cual mempunyai keunikannya tersendiri, motifnya hanya ada dua yaitu flora dan fauna. Sesuai dengan nama motif-motifnya seperti kembang gajah, burung hong, bebek-bebekan, naga bertarung, corak kepiting, udang dan cumi-cumi dan masih banyak corak lainnya. Setiap motif Batik Bangka mempunyai filosofi tersendiri, misalnya motif bunga yang mencerminkan kesucian, keanggunan rezeki dan segala kebaikan, contoh lain adalah motif bebek yang mencerminkan persatuan dan kesatuan.

Proses Pembuatan Batik Presentation Transcript

PROSES MEMBUAT BATIK Oleh : Amalisa Annestasya Atika Razan Febrina Mulia Ningrum Restyana Rahmawati R.R Erinna Salsabila Siti Indah Rachmadani X IPA 7
 
 
PROSES PEMBUATAN : 
1. PEMBUATAN DESAIN  
2. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
3. PEMBUATAN POLA 
4. PENCANTINGAN/PEMALAMAN 
 5. PEWARNAAN 
6. PELORODAN
1. PEMBUATAN DESAIN
2. PERSIAPAN ALAT & BAHAN ALAT BATIK :
- Canting 
- Kompor 
- Wajan 
- Gawangan/Bingkai kayu 
- Ember, Ijuk, Potongan 
- Logam 
- Saringan 
- Dingklik, Celemek 
- Meja Pola-
-BAHAN : 
-Kain / Mori
-Lilin / malam
-Zat Pewarna
3. PEMBUATAN POLA
4. PENCANTINGAN/PEMALAMAN 
Pemalaman adalah proses penggambaran corak diatas permukaan kain menggunakan malam cair sebagai bahannya dan canting tulis atau cap sebagai alatnya. Proses pemalaman ini didahului dengan Pemolaan
5. PEWARNAAN 
• Larutan zat warna harus dipanaskan dahulu 
• Larutan ini harus cukup kepekatannya. 
• Kain yang sudah siap untuk dicelup dimasukkan satu persatu dalam larutan yang telah didinginkan. 
• Pencelupan dilakukan berulang-ulang, dan kain harus dalam keadaan kering, agar larutan lebih banyak menempel dan merata. 
•Pencelupan rata-rata dilakukan 15-23 kali. Sehabis kain dicelup malamnya harus disimpan bertumpuk, supaya tetap dalam keadaan basah. 
• Esok harinya baru diangin-anginkan di tempat yang teduh sampai kering, baru dicelup ulang. 
• Setelah proses pencelupan cukup, dilakukan fixsasi (disareni), agar warna menjadi kuat.
6. PELORODAN Menghilangkan malam/lilin • Didihkan air + abu soda • Masukkan kain & diaduk • Angkat + celupkan air dingin keringkan
  • Selamat Membatik!!

Mempromosikan Wisata Belitung Lewat Batik

Wisata tanpa oleh-oleh nonsen. Itulah yang dikemas dalam bentuk batik beraneka motif ciri khas Bangka Belitung yang diprakarsai dari sebuah kelompok Yahe, yang mengelola batik bermotif cirri khas Bangka Belitung, di rumah pintar, Tanjungpandan Belitung, Provinsi Bangka Belitung, pada pecan kedua Oktober 2011 lalu. 
Wajar saja guna mengaungkan hal itu, tiga pejabat Negara masing-masing Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI menyempatkan mampir ke rumah pintar, yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Tanjungpandan, Belitung.
Adalah Elisnawati salah seorang pengelola dari Batik tersebut bersama dukungannya dari Hellyana Anggota DPRD Belitung serta Sofian Pangkapi sebagai desain motif batik corak khas Bangka Belitung. Elisnawati kepada trawang disela-sela kunjungan Menteri Pertahanan RI di rumah pintar mengungkapkan bahwa pengelolaan Batik ini adalah dimaksudkan untuk memperkenalkan produk khas Bangka Belitung dari produk batik Belitung.”Jadi disini yang paling penting adalah corak dan motif serta creative sebagai tanda bahwa inilah batik Bangka Belitung,” ungkap Elisnawati yang juga kepala Desa Air Saga.
Memang saja, batik ini boleh jadi hal yang pertama di Bangka Belitung yang mulai diperkenalkan kepada dunia luas. Elisnawati menyebut batik ini adalah sangat baik sebagai oleh-oleh buat para wisatawan atau masyakat peminat batik.
Karena itu, Elisnawati mengaku tahap awal baru tiga orang dipekerjakan. Untuk selanjutnya bisa diperluas. Sementara produk yang dikemas saat ini baru berupa kain batik yang bercorak aneka jenis flora Bangka Belitung. “Mereka yang ingin memesan, tergantung corak, Simpor, Ketakong, dan Lada ,” ungkap Elisnawati.
Memang saja bukan sebatas itu saja. Elisnawati punya obsesi ke depan untuk memajukan batik.  Ia menilai batik yang bercorak cirri khas Bangka Belitung adalah sebagai salah satu icon produk khas unggulan Babel. “Intinya adalah bagaimana mempromosikan batik Bangka Belitung melalui kreativitas anak-anak Bangka Belitung yang dituangkan dalam karya seni lewati batik,” Elisnawati.
selain ituk Elisnawati juga  berargumen bahwa batik yang dikelola ini dapat menopang lapangan kerja baru bagi masyarakat. “Kita perlu memberdayakan masyarakat terhadap partisipasi sebuah kelompok untuk menaikkan derajat dan hidup masyarakat,” ungkap Elisnawati.
Tentu bagaimana corak? Tentu para pemprakarsa punya pandangan yang ke depan. Sofian Pangkapi, salah satu ikut memprakarsai pengelolaan batik tentunya ada tiga corak dan motif batik Bangka Belitung. Seperti, Batik Corak Simpor, Batik Corak Ketakong dan Batik Corak Sahang.
Menurut Sofian Pangkapi, ketiga corak ini sangat ideal untuk Bangka Belitung.”Tiga produk khas ini adalah cirri khas Bangka Belitung,” ungkap Sofian.
Pada Corak Simpor, menurut Sofian Pangkapi, adalah menandakan bahwa saat ini simpor adalah mengartikan sebagai pembungkus makanan yang sejak dahulu. Namun daun simpor ini sudah jarang dipakai dan banyak dipergunakan bungkus plastic. Begitu juga dengan Ketakong yang dulunya sebagai sebagai tali pengikat, yang sekarang ini sudah jarang dipakai. Pun seperti lada yang merupakan andalan ekspor Bangka Belitung, yang merupakan cirri khas Bangka Belitung.”Jadi, kita perlu untuk melestarikan dan sekaligus menjual  batik dengan corak dan cirri khas bahwa itu adalah batik Bangka Belitung,” ungkap Sofian.
Agaknya apa yang diinginkan kelompok Yahe, tentunya harapan semua pihak. Keberhasilan pengelolaan batik berarti ikut menaikkan sector pariwisata sekaligus menciptakan lapangan kerja.Dan semua sepakat, dengan batik corak bermotif cirri khas Bangka Belitung berarti batik ikut menjadi salah satu produk kebanggaan Bangka Belitung di masa yang akan datang.*trawang

Kain Cual Khas Bangka Belitung

Siapa yang tidak kenal dengan kain batik? Sungguh terlalu jika kita warga negara Indonesia tidak mengetahui tentang kain batik. Akan tetapi siapa yang tidak mengetahui kain cual? Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang kain cual. Dari mana asal kain tersebut atau sejarah tentang kain tersebut mungkin banyak juga yang tidak tahu. Tapi jika warga Kepulauan Provinsi Bangka Belitung tidak tahu yang namanya kain cual? Yang pastinya orang itu patut di rehabilitasi. Untuk itu, mari kita cari tahu tentang kain cual ini. :D

Bangka Belitung, Provinsi yang baru 11 tahun ini selain mempunyai keindahan alamnya yang khas juga mempunyai kerajinan seni yang indah pula dengan kisah tersendiri. Kekayaan intelektual terpampang dalam sebuah karya seni yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung ini. Pada dasarnya kain cual ini sama halnya dengan kain tenun khas palembang yaitu songket. Namun, tenun cual memiliki warna khas melayu yang lebih cerah dan memiliki lengkungan serta selalu dengan motif flora dan fauna. Ada sembilan motif cual yang telah resmi dipatenkan oleh pemerintah yakni Kembang Kenanga, Bebek dan Kembang Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, Kembang Setangkai dan Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem dan Kembang Setaman. Masih banyak juga motif yang lainnya dan masing-masing memiliki keunikan serta ciri tersendiri.
Seperti halnya kain tenun yang lain, kain cual juga mempunyai seni dan cara tenun yang cukup rumit. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk bisa menyelesaikan 1 produk kain cual ini, itu juga jika dikerjakan oleh tangan-tangan professional. Bahan dasarnya antara lain polyster, sutra, katun, serat kayu dan benang emas. Seperti biasa, pengerjaannya dilakukan oleh kaum wanita sambil mengisi waktu luang mereka. Diperkirakan kegiatan menenun cual telah ada sejak abad ke-18 di ujung barat Pulau Bangka, tepatnya di kota Muntok. Cara pembuatan yang rumit serta bahan yang mahal ini menjadikan harga jual kain cual itu melambung tinggi. Bahkan diantara beberapa corak ada yang berasal dari emas 18 karat. Jadi jangan heran jika kain ini hanya dipakai oleh kaum bangsawan setempat, pada saat acara spesial seperti pakaian pengantin dan hari peringatan kebesaran lainnya.
Kain cual ini sempat menghilang bertahun-tahun karena dianggap kuno dan tidak sesuai lagi dengan era modern seperti sekarang ini. Sungguh tragis, budaya yang seharusnya dilestarikan malah ditinggalkan begitu saja. Beruntung dari minoritas kaum pembuat kain cual ini bisa mengubah image tersebut menjadi sesuatu yang baru. Sekarang kain cual ini kembali menjadi trend dikalangan masyarakat Bangka Belitung. Tidak terkecuali seluruh belahan dunia juga ikut melirik kain tenun yang satu ini. Mereka membuat trendsetter cual modern fasion yang mengubah image kata-kata "kuno" menjadi "Wooww, Fantastic". Begitu lah, sekarang sudah banyak fasion-fasion cual yang bertebaran di Bangka Belitung, bahkan seluruh dunia.
Untuk bisa mendapatkan kain tenun cual ini, satu produknya bisa dihargai mulai dari Rp. 1.500.000,- sampai dengan Rp. 10.000.000,- per lembar. Wow, harga yang sangat tinggi untuk sebuah kerumitan dan karya seni yang tinggi. Bahkan ada yang lebih dari harga tersebut karena di Bangka masih ada yang menyimpan kain cual berumur sekitar 200 tahun. Diperkirakan harganya sekitar ratusan juta rupiah. Harga yang ditawarkan diatas merupakan kain cual dengan proses manual yang dikerjakan oleh tangan-tangan yang profesional. Namun sekarang sudah ada kain cual yang dikerjakan dengan proses produksi massal yang jauh lebih murah yakni Rp. 50.000,- hingga Rp. 750.000,- per set pakaian. Sepertinya ini akan menjadi solusi trend dengan harga yang terjangkau.

Berikut ditampilkan beberapa foto cual modern fasion oleh team fotographer Bangka Belitung berlatar belakang BBG (Bangka Botanical Garden) bertempat di sekitar Pasir Padi, Pangkalpinang.